Super Garuda Shield 2026 Masih Berlangsung! 21 Negara dan 4.743 Prajurit Ikut Latihan - KALIMANTAN TENGAH

KALIMANTAN TENGAH

Informasi & Berita Seputar Kalimantan Tengah

Super Garuda Shield 2026 Masih Berlangsung! 21 Negara dan 4.743 Prajurit Ikut Latihan

JAKARTASuper Garuda Shield 2026 masih berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia. Latihan gabungan multinasional ini digelar pada 31 Agustus hingga 11 September 2026 dan melibatkan 4.743 personel dari 21 negara. Kegiatan tersebut memperkuat kerja sama pertahanan, kesiapan operasional, dan diplomasi militer Indonesia dengan negara-negara mitra.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan Super Garuda Shield merupakan latihan tahunan yang bertujuan meningkatkan kerja sama dan pertukaran kemampuan antarnegara. Tahun ini, latihan mencakup 12 materi, termasuk kemampuan siber serta bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Super Garuda Shield 2026 Masih Berlangsung

Super Garuda Shield 2026 dimulai pada 31 Agustus 2026 dan akan berakhir pada 11 September 2026.

Latihan berlangsung di beberapa lokasi di Indonesia. Wilayah latihan mencakup Bandung, Jakarta, Lampung, Pusat Latihan Tempur TNI AD Baturaja di Sumatera Selatan, serta Nunukan di Kalimantan Utara. Penutupan latihan dijadwalkan berlangsung di Jakarta.

21 Negara Ikut Latihan

Tahun ini, 21 negara berpartisipasi dalam Super Garuda Shield.

Negara peserta tersebut terdiri dari Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Brasil, Brunei Darussalam, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Laos, Selandia Baru, Prancis, Singapura, Thailand, Timor-Leste, dan Vietnam.

Jumlah peserta yang mencapai 4.743 personel menunjukkan skala latihan yang cukup besar.

Indonesia dan AS Jadi Kekuatan Utama

Super Garuda Shield memiliki sejarah panjang sebagai latihan bersama Indonesia dan Amerika Serikat.

Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan interoperabilitas, yaitu kemampuan pasukan dari negara berbeda untuk beroperasi secara bersama dengan prosedur dan komunikasi yang kompatibel.

Kemampuan tersebut dinilai penting dalam menghadapi berbagai skenario keamanan modern.

Tujuan Utama Super Garuda Shield

Panglima TNI menyebut ada dua tujuan utama latihan, yaitu diplomasi pertahanan dan pertukaran kemampuan.

Melalui latihan bersama, prajurit Indonesia dapat mempelajari prosedur dan pengalaman militer dari negara mitra. Sebaliknya, negara peserta juga memperoleh kesempatan memahami kemampuan TNI.

Kemampuan Siber Jadi Materi Penting

Salah satu materi yang diperkuat pada Super Garuda Shield 2026 adalah pertahanan siber.

Agus mengatakan kemampuan siber penting bagi TNI karena satuan siber TNI relatif baru. Latihan bersama memberikan kesempatan untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman dalam menghadapi ancaman digital.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa latihan militer modern tidak hanya berfokus pada medan tempur konvensional.

Pasukan Khusus TNI dan US Army Latihan dari Udara

Pada 1 September 2026, pasukan khusus TNI dan US Army melakukan simulasi serangan dari udara di Lanud Gatot Subroto, Lampung.

Latihan tersebut menggunakan teknik free fall atau terjun bebas menuju area sasaran. Kegiatan itu dirancang untuk meningkatkan kesiapan operasional prajurit sekaligus memperkuat diplomasi pertahanan.

Simulasi Operasi Berlangsung di Lampung

Dalam latihan serangan udara tersebut, personel TNI dan US Army melakukan penerjunan ke zona sasaran.

ANTARA melaporkan 13 operator dari satuan elite TNI ikut dalam latihan, termasuk Kopassus, Taifib, dan Korpasgat, bersama pasukan khusus Angkatan Darat AS.

Kopaska dan US Navy Berlatih di Kapal

Materi lain juga berlangsung di Jakarta.

Prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL dan US Navy melaksanakan simulasi operasi di atas kapal melalui latihan Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS) di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Latihan ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan operasi maritim.

Fokus pada Keamanan Maritim

Latihan VBSS menjadi bagian penting karena Indonesia merupakan negara kepulauan.

Kemampuan mengamankan kapal, memeriksa kapal, dan menangani ancaman di laut dapat mendukung kesiapan TNI dalam menjalankan misi pertahanan serta keamanan maritim.

Bantuan Bencana Ikut Dilatih

Super Garuda Shield 2026 juga memperkuat materi Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR).

Materi tersebut menguji kemampuan pasukan dalam membantu masyarakat ketika terjadi bencana alam. Tahun ini, latihan HADR turut digelar di Kalimantan Utara.

Air Medevac Diuji di Sumatera Selatan

Pada 2 September 2026, prajurit TNI bersama personel militer Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan Kanada melakukan simulasi Air Medevac di Puslatpur TNI AD Martapura, Sumatera Selatan.

Latihan tersebut mengasah kemampuan evakuasi medis melalui udara, baik untuk operasi militer maupun misi kemanusiaan.

Latihan Tidak Hanya soal Tempur

Rangkaian Super Garuda Shield menunjukkan cakupan latihan semakin luas.

Materinya mencakup kemampuan udara, laut, siber, medis, serta bantuan kemanusiaan. Hal itu memperlihatkan bahwa kerja sama pertahanan kini mencakup berbagai kebutuhan operasi.

Interoperabilitas Jadi Sasaran

Interoperabilitas menjadi salah satu kata kunci dalam latihan ini.

Prajurit dari berbagai negara harus mampu berkomunikasi dan menjalankan prosedur bersama. Kemampuan tersebut penting ketika negara mitra menghadapi kondisi yang membutuhkan respons bersama.

Diplomasi Pertahanan Makin Diperkuat

Super Garuda Shield juga memiliki dimensi diplomatik.

Melalui latihan bersama, Indonesia memperkuat hubungan dengan negara sahabat tanpa menjadikan latihan tersebut sebagai aliansi militer baru.

TNI menempatkan kegiatan ini sebagai bentuk kerja sama dan pertukaran kemampuan.

Kawasan Indo-Pasifik Jadi Perhatian

Latihan multinasional seperti Super Garuda Shield juga berkaitan dengan keamanan kawasan Indo-Pasifik.

Indonesia memiliki posisi strategis di antara Samudra Hindia dan Pasifik. Karena itu, kemampuan pertahanan serta hubungan dengan negara mitra mempunyai arti penting bagi stabilitas regional.

Indonesia Jadi Tuan Rumah

Seluruh rangkaian latihan tahun ini digelar di wilayah Indonesia.

Hal tersebut memberi kesempatan kepada TNI untuk menguji kemampuan personel dan peralatan dalam kondisi geografis yang berbeda, dari wilayah perkotaan hingga medan latihan tempur.

Ada 12 Materi Latihan

Panglima TNI menyebut 12 materi disiapkan dalam Super Garuda Shield 2026. Materi tersebut dirancang untuk menguji berbagai kemampuan operasional peserta.

Ragam materi membuat latihan tidak hanya berorientasi pada satu jenis operasi.

Manfaat bagi TNI

Bagi TNI, latihan ini memberi peluang memperbarui kemampuan melalui pertukaran pengalaman.

Kerja sama dengan militer negara lain juga dapat membantu meningkatkan standar prosedur, koordinasi, serta kemampuan teknis.

Manfaat bagi Negara Mitra

Negara peserta juga memperoleh manfaat dari latihan di Indonesia.

Mereka dapat memahami karakter geografis dan lingkungan operasi di kawasan tropis. Latihan bersama juga membuka ruang pertukaran pengalaman mengenai berbagai skenario keamanan.

Pertahanan Siber Semakin Penting

Perkembangan teknologi membuat ancaman siber menjadi bagian penting dari keamanan nasional.

Karena itu, TNI memasukkan latihan posko siber dalam Super Garuda Shield 2026 untuk memperkuat kemampuan menghadapi ancaman digital.

Bencana Alam Jadi Skenario Penting

Indonesia sering menghadapi berbagai jenis bencana alam.

Latihan HADR membantu prajurit meningkatkan kemampuan evakuasi, koordinasi, serta penanganan korban. Materi tersebut juga menunjukkan bahwa kemampuan militer dapat digunakan untuk misi kemanusiaan.

Keamanan Laut Mendapat Porsi

Indonesia memiliki wilayah laut yang sangat luas.

Karena itu, kemampuan operasi maritim menjadi salah satu bagian penting Super Garuda Shield. Latihan Kopaska dan US Navy di Tanjung Priok menjadi salah satu contohnya.

Operasi Udara Juga Diperkuat

Latihan penerjunan bersama TNI dan US Army menunjukkan upaya meningkatkan kemampuan operasi udara.

Simulasi tersebut juga menguji kemampuan pasukan dalam melakukan infiltrasi dan tindakan lanjutan setelah mendarat di daerah sasaran.

Latihan Digelar hingga 11 September

Meski sejumlah materi sudah berlangsung, Super Garuda Shield 2026 belum selesai.

Latihan masih akan berlanjut hingga 11 September 2026. Karena itu, sejumlah kegiatan latihan masih dijadwalkan berlangsung di berbagai lokasi.

Bukan Latihan untuk Satu Skenario

Super Garuda Shield dirancang untuk menghadapi banyak kemungkinan.

Selain operasi tempur, latihan mencakup bencana, evakuasi medis, siber, operasi laut, dan udara.

Pendekatan tersebut menggambarkan perubahan kebutuhan pertahanan modern.

Kerja Sama TNI dan US Army

Hubungan pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat menjadi salah satu fondasi utama Super Garuda Shield.

Namun, keterlibatan negara lain terus meningkat. Tahun ini terdapat 21 negara yang ikut serta.

Australia dan Jepang Ikut Aktif

Australia dan Jepang termasuk negara yang aktif dalam latihan.

Keterlibatan negara-negara tersebut memperluas bentuk kerja sama pertahanan Indonesia dengan mitra kawasan Indo-Pasifik.

Kanada dan Eropa Ikut Berpartisipasi

Selain negara Asia-Pasifik, beberapa negara Eropa dan Amerika Utara juga berpartisipasi.

Kehadiran Belanda, Inggris, Prancis, Italia, Kanada, dan negara lainnya memperlihatkan cakupan latihan yang semakin multinasional.

ASEAN Turut Ambil Bagian

Sejumlah negara ASEAN juga menjadi peserta.

Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Singapura, Thailand, dan Vietnam tercantum dalam daftar negara peserta Super Garuda Shield 2026.

Indonesia Ingin Perkuat Kepercayaan

Latihan bersama juga berfungsi membangun kepercayaan antarnegara.

Komunikasi dan koordinasi langsung dapat mengurangi risiko kesalahpahaman serta meningkatkan kemampuan bekerja sama dalam kondisi krisis.

Fokus pada Kesiapan Operasional

Panglima TNI menegaskan latihan bertujuan menguji kesiapan operasional pasukan.

Artinya, latihan tidak hanya dilakukan untuk seremoni, tetapi untuk memastikan personel mampu menjalankan tugas dalam skenario yang telah ditetapkan.

Apa yang Terjadi Setelah 11 September?

Setelah latihan berakhir, hasil evaluasi akan menjadi bagian penting dari peningkatan kemampuan masing-masing peserta.

TNI dapat menggunakan pengalaman tersebut untuk memperbaiki prosedur dan mengembangkan latihan berikutnya.

Super Garuda Shield Terus Berkembang

Latihan ini merupakan kegiatan tahunan yang terus berkembang.

Dari tahun ke tahun, materi dan negara peserta dapat berubah sesuai kebutuhan keamanan dan kerja sama pertahanan.

Tantangan Pertahanan Semakin Kompleks

Ancaman keamanan modern kini tidak hanya berbentuk perang konvensional.

Serangan siber, bencana, gangguan maritim, dan kebutuhan evakuasi juga membutuhkan respons terkoordinasi. Super Garuda Shield mencoba menguji berbagai kemampuan tersebut.

Kesimpulan

Super Garuda Shield 2026 masih berlangsung hingga 11 September 2026 di sejumlah lokasi Indonesia. Latihan ini melibatkan 4.743 personel dari 21 negara dan memiliki 12 materi latihan.

Kegiatan tahun ini tidak hanya berfokus pada kemampuan tempur. TNI dan negara mitra juga menguji operasi udara, keamanan maritim, pertahanan siber, evakuasi medis, serta bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Bagi Indonesia, Super Garuda Shield menjadi sarana memperkuat interoperabilitas dan diplomasi pertahanan. Latihan ini juga memberi ruang bagi TNI untuk bertukar kemampuan dengan militer dari berbagai negara.

Dengan rangkaian kegiatan yang masih berjalan sampai 11 September, perhatian berikutnya akan tertuju pada hasil latihan dan bagaimana pengalaman tersebut digunakan untuk meningkatkan kesiapan pertahanan Indonesia.