mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong gila4d vertu789 karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto slot gacor karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto kaskus288 sarang288 sarang288 sarang288 sarang288 sarang288 ayamtoto slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot88 slot gacor slot gacor slot gacor ketua288 slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor
Saat Islam Makhachev vs Ian Garry Bikin Presiden UFC Geregetan, Ada Momen yang Bikin Dana White Kesal - KALIMANTAN TENGAH

KALIMANTAN TENGAH

Informasi & Berita Seputar Kalimantan Tengah

Saat Islam Makhachev vs Ian Garry Bikin Presiden UFC Geregetan, Ada Momen yang Bikin Dana White Kesal

https://images.openai.com/static-rsc-4/CvipWn_0UDwqXoP7Or5QLJXWSjRYdsn8O9OMkoJq9Gf7kfgu4EsPELKjweUQOJ32qISXE5j4Mlvbg6IIkuZHwLloLwbccPK7RGXuOiknFj9nQZqXFuXSvpVe4p0FqirJcaqo9xTdODzU5apna6g6YwziwLP2E7_CSR2cgFzfGfvqALyd6cA9BHox0091W6yp?purpose=fullsize

https://pbs.twimg.com/media/HHU7N09W4AAkFIV.jpg

https://images.openai.com/static-rsc-4/4oH58ggkFOHsMQGPgat7kh44l8MSKLmkRXfouKbt4gY5xZsKIrrX_1nG9zMfNk7ETWFyET860Blxpc3zi2trypPFHuu44vrx-OR7ScZorq7GQhKv-PVu2vO3_CMrM8XK0kAhIUoN3HpnFCZcBnv2CpyHNL0H0JWSx8QLgiWr-9CpE_f1vWrAh4Ej3ruADC_Q?purpose=fullsize

PHILADELPHIA – Pertarungan Islam Makhachev vs Ian Machado Garry di UFC 330 akhirnya berakhir dengan kemenangan sang juara. Makhachev mempertahankan sabuk kelas welter lewat kemenangan angka mutlak atas Garry, tetapi justru komentar CEO UFC Dana White setelah pertandingan yang menjadi salah satu cerita paling ramai diperbincangkan.

White mengaku dibuat frustrasi oleh sikap Garry, terutama pada ronde kelima. Menurutnya, petarung asal Irlandia itu memiliki kesempatan untuk membuat kejutan, tetapi tidak menunjukkan agresivitas yang menurut White dibutuhkan dalam pertandingan perebutan gelar.

Makhachev Tetap Raja Kelas Welter

Pertandingan utama UFC 330 di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia, berlangsung selama lima ronde.

Makhachev akhirnya menang dengan keputusan bulat. Dua juri memberikan skor 49-46, sedangkan satu juri memberikan 48-47 untuk sang juara. Hasil tersebut membuat Makhachev berhasil mempertahankan sabuk kelas welter untuk pertama kalinya.

Kemenangan itu juga memiliki nilai sejarah.

Makhachev kini mencatat 17 kemenangan beruntun di UFC, melewati rekor 16 kemenangan berturut-turut yang sebelumnya dipegang legenda UFC Anderson Silva.

Namun, di balik kemenangan bersejarah tersebut, justru strategi Garry pada menit-menit terakhir yang membuat Dana White geregetan.

Dana White Melihat Peluang yang Terbuang

Garry tampil cukup kompetitif dalam beberapa bagian pertandingan.

Setelah kesulitan menghadapi gulat dan kontrol Makhachev di awal pertarungan, Garry mulai menunjukkan perkembangan pada ronde ketiga dan keempat. Ia mampu menjaga jarak, menggunakan pukulan serta tendangan, dan beberapa kali berhasil menggagalkan upaya takedown Makhachev.

Situasi tersebut membuat White melihat adanya peluang.

Masalahnya, menurut White, Garry tidak memanfaatkan momentum itu dengan cukup agresif.

Terutama pada ronde kelima.

Di situlah kesabaran Garry justru membuat bos UFC kehilangan kesabaran.

Momen Jabat Tangan Bikin White Kesal

Salah satu momen yang paling disorot terjadi menjelang ronde kelima.

Alih-alih langsung meningkatkan tekanan, Garry justru melakukan gestur saling menghormati dengan Makhachev.

Bagi Garry, sikap tersebut mungkin merupakan bentuk sportivitas.

Namun, bagi White, perebutan gelar UFC bukan waktunya bersikap terlalu ramah.

White menilai seorang penantang yang sedang mengejar sabuk harus menunjukkan “killer instinct”, terutama ketika pertandingan memasuki menit-menit terakhir.

Menurut laporan pascapertandingan, White bahkan mengaku pendekatan Garry tersebut membuatnya sangat frustrasi.

Garry Dianggap Kurang Mendesak

Persoalannya bukan sekadar jabat tangan.

White menilai Garry semestinya meningkatkan volume serangan dan memaksa Makhachev berada dalam situasi yang lebih sulit.

Ketika seorang petarung menghadapi juara seperti Makhachev, kesempatan untuk mengambil kendali bisa sangat singkat.

Satu momen lengah dapat menentukan hasil lima ronde.

White merasa Garry memiliki teknik yang cukup untuk memberikan masalah kepada Makhachev, tetapi tidak menunjukkan urgensi yang cukup ketika membutuhkan hasil besar.

Makhachev Justru Memanfaatkan Keraguan

Di sisi lain, Makhachev menunjukkan mengapa dirinya masih menjadi salah satu petarung paling sulit dikalahkan di UFC.

Ketika Garry memberikan ruang, Makhachev kembali ke senjata utamanya: wrestling dan grappling.

Juara Rusia tersebut mampu membawa pertandingan ke lantai, menjaga kontrol, dan membuat Garry kesulitan membangun momentum secara konsisten.

Bahkan pada ronde kedua, Makhachev sempat menghasilkan knockdown lewat tendangan ke kepala yang memberikan dampak signifikan terhadap jalannya pertarungan.

Dengan kombinasi tekanan, takedown, kontrol atas, dan pengalaman, Makhachev berhasil mengamankan kemenangan.

Garry Sebenarnya Tidak Tampil Buruk

Menariknya, kritik White tidak berarti Garry tampil buruk secara keseluruhan.

Justru salah satu hal yang menarik dari pertandingan tersebut adalah kemampuan Garry bertahan menghadapi tekanan Makhachev.

Garry menunjukkan pertahanan takedown yang cukup baik dan mampu tampil lebih efektif pada pertengahan pertandingan. Ia juga berhasil memperlihatkan kemampuan striking yang membuat Makhachev harus tetap berhati-hati.

Karena itu, pertarungan tersebut tidak sepenuhnya satu arah.

Masalahnya, melawan juara seperti Makhachev, “cukup bagus” belum tentu cukup untuk memenangkan sabuk.

Ketika Sportivitas Bertabrakan dengan Insting Juara

Inilah yang membuat komentar Dana White menjadi menarik.

Dalam olahraga profesional, sportivitas merupakan nilai penting.

Namun, dalam pertarungan perebutan gelar, ada pula tuntutan untuk mengambil setiap peluang.

White melihat Garry terlalu menghormati lawannya pada momen ketika yang dibutuhkan adalah tekanan maksimal.

Bagi Garry, mungkin tidak ada masalah dengan menunjukkan rasa hormat.

Bagi White, ronde kelima adalah waktu untuk mengejar kemenangan.

Dua perspektif tersebut bertabrakan.

Dan dari situlah muncul kritik keras sang bos UFC.

Makhachev Malah Memuji Garry

Menariknya, Makhachev sendiri justru memberikan penghargaan terhadap lawannya setelah pertandingan.

Sang juara mengakui Garry berkembang dibandingkan pertarungan-pertarungan sebelumnya dan menunjukkan kemampuan yang membuat pertandingan menjadi kompetitif.

Hal tersebut memperlihatkan perbedaan pendekatan antara Makhachev dan White.

Makhachev melihat apa yang diberikan lawannya di dalam oktagon.

White melihat peluang besar yang menurutnya terlewatkan.

Keduanya sama-sama melihat pertarungan dari perspektif berbeda.

Kekalahan Tidak Mengakhiri Masa Depan Garry

Meski kalah, Garry masih memiliki posisi penting di divisi welter.

Pertandingannya melawan Makhachev menunjukkan bahwa ia mampu bertahan selama 25 menit menghadapi salah satu grappler terbaik UFC.

Pengalaman tersebut bisa menjadi modal besar untuk pertandingan berikutnya.

Namun, satu pelajaran yang kemungkinan besar akan melekat adalah bagaimana ia harus mengambil keputusan ketika momentum berpihak kepadanya.

Dalam perebutan gelar, kesempatan mungkin hanya datang sekali atau dua kali.

Ketika kesempatan itu muncul, seorang penantang harus berani mengambilnya.

Makhachev Semakin Sulit Dikejar

Dari sisi Makhachev, kemenangan ini semakin memperkuat statusnya sebagai salah satu petarung paling konsisten dalam sejarah UFC.

Dengan 17 kemenangan beruntun, ia kini berdiri sendirian sebagai pemegang rekor kemenangan beruntun UFC terbanyak.

Lebih menarik lagi, Makhachev sudah membuktikan dirinya di lebih dari satu kelas.

Setelah meraih dominasi di lightweight, ia kini sukses mempertahankan gelar welterweight.

Artinya, tantangan berikutnya bukan hanya soal mempertahankan sabuk.

Makhachev juga mulai mengejar status legenda.

Pertarungan Berakhir, Perdebatan Justru Dimulai

Islam Makhachev keluar sebagai pemenang.

Ian Garry kehilangan peluang merebut gelar.

Namun, komentar Dana White membuat pertandingan tersebut tetap menjadi bahan pembicaraan setelah lampu arena padam.

White melihat Garry memiliki kesempatan untuk membuat sejarah tetapi dianggap terlalu berhati-hati.

Garry sendiri menunjukkan bahwa ia mampu berdiri selama lima ronde melawan juara dominan dan membuktikan dirinya layak berada di level elite.

Pada akhirnya, pertandingan ini memberikan dua cerita sekaligus.

Makhachev menulis sejarah dengan kemenangan UFC ke-17 secara beruntun.

Sementara Garry mendapatkan pelajaran bahwa dalam pertarungan perebutan gelar, kemampuan saja tidak cukup—momentum harus diubah menjadi tindakan sebelum kesempatan menghilang.

Dan bagi Dana White, itulah bagian yang paling membuat geregetan.

Menurut sang bos UFC, Garry mungkin tidak kalah karena tidak punya kemampuan, tetapi karena pada momen tertentu ia tidak cukup “membunuh” pertandingan ketika kesempatan itu berada di tangannya.