
JAKARTA – Pemerintah mempercepat langkah menuju swasembada gula nasional dengan memperbaiki produktivitas tanaman tebu rakyat. Salah satu program utama yang disiapkan adalah peremajaan tebu atau bongkar ratoon dengan dukungan anggaran sekitar Rp1,7 triliun.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah juga mendorong pembukaan lahan tebu baru untuk meningkatkan produksi gula dalam negeri. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pencapaian swasembada gula.
Target Swasembada Gula Dipercepat
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan target kepada Menteri Pertanian untuk mewujudkan swasembada gula dalam empat tahun.
Namun, setelah dilakukan evaluasi, Amran menyatakan target tersebut dapat dipercepat menjadi dua tahun.
Percepatan tersebut dilakukan melalui peningkatan luas lahan, peremajaan tanaman lama, penggunaan benih yang lebih baik, serta peningkatan produktivitas pabrik gula.
Rp1,7 Triliun untuk Peremajaan Tebu
Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,7 triliun untuk program peremajaan tebu rakyat atau plasma.
Dana tersebut digunakan untuk membongkar tanaman tebu lama yang sudah tidak produktif dan menggantinya dengan tanaman baru. Program ini dikenal sebagai bongkar ratoon.
Peremajaan menjadi penting karena tanaman tebu yang sudah terlalu sering dipanen melalui sistem ratoon dapat mengalami penurunan produktivitas.
86 Persen Tebu Rakyat Perlu Diremajakan
Amran menyebut sekitar 86 persen tanaman tebu rakyat atau plasma saat ini membutuhkan peremajaan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu hambatan dalam meningkatkan produksi gula nasional. Pemerintah kemudian menyiapkan dukungan anggaran agar tanaman yang sudah tidak layak dapat diganti dengan tanaman baru.
Dengan tanaman baru, pemerintah berharap produktivitas dan rendemen tebu dapat meningkat.
Peremajaan Ditargetkan 100 Ribu Hektare per Tahun
Program bongkar ratoon dirancang secara bertahap.
Pemerintah menargetkan peremajaan sekitar 100 ribu hektare per tahun, dengan total program mencapai sekitar 300 ribu hektare.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperbaiki kondisi kebun tebu rakyat di berbagai daerah sentra produksi.
Target Program dan Target Swasembada Berbeda
Ada dua target yang perlu dibedakan dalam program ini.
Target swasembada gula disebut Amran dapat dipercepat menjadi dua tahun. Sementara itu, program peremajaan sekitar 300 ribu hektare disebut ditargetkan selesai dalam tiga tahun.
Perbedaan ini penting agar informasi mengenai program gula pemerintah tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Lampung Jadi Salah Satu Sentra Pengembangan
Lampung menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam pengembangan tanaman tebu.
Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Tulang Bawang, Amran menyebut pengembangan areal tebu baru di wilayah tersebut telah mencapai sekitar 30 ribu hektare.
Penambahan areal tersebut diharapkan memperkuat pasokan bahan baku bagi industri gula.
Pemerintah Tak Hanya Membuka Lahan Baru
Perluasan areal bukan satu-satunya strategi pemerintah.
Menurut Amran, peningkatan produksi juga harus dilakukan dengan memperbaiki produktivitas tanaman yang sudah ada.
Karena itu, peremajaan tebu rakyat menjadi salah satu prioritas. Tanaman lama yang produktivitasnya rendah akan diganti dengan tanaman baru yang diharapkan memiliki hasil lebih baik.
Produksi Gula Nasional Diproyeksikan Naik
Berdasarkan Taksasi Tengah Giling 2026, produksi Gula Kristal Putih (GKP) nasional diperkirakan mencapai 3,02 juta ton.
Angka tersebut meningkat sekitar 13,1 persen dibandingkan 2025.
Peningkatan produksi tersebut ditopang oleh bertambahnya luas areal, produksi tebu, serta perbaikan rendemen.
Luas Areal Tebu Capai 585.390 Hektare
Pada 2026, luas areal tebu nasional diperkirakan mencapai sekitar 585.390 hektare.
Produksi tebu diproyeksikan sekitar 40,20 juta ton, sedangkan rendemen diperkirakan mencapai 7,51 persen.
Data tersebut menjadi salah satu indikator bahwa produksi gula nasional mulai menunjukkan peningkatan.
Rendemen Jadi Kunci Produksi Gula
Selain luas lahan dan jumlah tanaman, pemerintah juga menaruh perhatian pada rendemen.
Rendemen menunjukkan persentase gula yang dapat dihasilkan dari tebu yang digiling.
Semakin baik rendemen, semakin besar potensi gula yang dapat dihasilkan dari jumlah tebu yang sama.
Karena itu, peremajaan tanaman dan peningkatan kualitas budidaya menjadi bagian penting dalam strategi pemerintah.
Pabrik Gula Juga Didorong Lebih Produktif
Pemerintah juga mendorong perusahaan dan pabrik gula untuk meningkatkan kapasitas produksi.
Menurut Kementan, seluruh unit usaha pabrik gula akan mendapat dukungan agar dapat meningkatkan produktivitas.
Peningkatan produktivitas pabrik diperlukan agar tambahan produksi tebu dapat diolah secara optimal.
Benih Unggul Jadi Bagian Strategi
Program peningkatan produksi juga mencakup penggunaan benih unggul.
Selain benih, pemerintah mendorong perbaikan budidaya, pemupukan tepat waktu, pengelolaan air, dan pengolahan tanah.
Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas lahan secara menyeluruh.
Petani Tebu Jadi Bagian Penting
Peremajaan tanaman tidak dapat berjalan tanpa keterlibatan petani.
Karena itu, pemerintah menempatkan tebu rakyat atau plasma sebagai salah satu fokus utama program.
Dengan dukungan anggaran, tanaman lama dapat diganti tanpa seluruh beban biaya ditanggung petani.
Jaminan Pasar untuk Petani
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sebelumnya menekankan bahwa jaminan harga dan penyerapan hasil menjadi faktor penting untuk meningkatkan minat petani.
Petani membutuhkan kepastian bahwa tebu yang dihasilkan dapat diserap dengan harga yang layak.
Kebijakan produksi karena itu perlu berjalan bersama dengan perbaikan tata niaga.
Gula Rafinasi Juga Jadi Perhatian
Pemerintah juga menyoroti peredaran gula rafinasi di pasar konsumsi.
Masuknya gula rafinasi ke pasar konsumsi dinilai dapat menekan harga gula petani.
Karena itu, pengawasan terhadap distribusi gula rafinasi menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk melindungi petani tebu sekaligus memperkuat industri gula nasional.
Swasembada Gula Tidak Hanya Soal Produksi
Mencapai swasembada gula membutuhkan lebih dari sekadar meningkatkan produksi tebu.
Pemerintah juga perlu memastikan kapasitas pabrik, kualitas benih, produktivitas petani, harga yang menguntungkan, distribusi, serta tata niaga berjalan secara bersamaan.
Jika salah satu mata rantai terganggu, peningkatan produksi belum tentu otomatis membuat kebutuhan gula nasional terpenuhi.
Kebutuhan Gula Nasional Masih Besar
Sebelumnya, Amran menyebut kebutuhan gula nasional mencapai sekitar 6,7 juta ton, sementara produksi dalam negeri masih berada di bawah kebutuhan tersebut.
Kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat kesenjangan antara kebutuhan dan produksi.
Karena itu, pemerintah menilai peningkatan produktivitas menjadi kebutuhan mendesak.
Program Berlanjut ke Gula Industri
Target pemerintah tidak berhenti pada gula konsumsi.
Setelah kebutuhan gula putih atau gula konsumsi dapat dipenuhi, pemerintah ingin melanjutkan penguatan produksi untuk memenuhi kebutuhan gula industri.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan gula dari luar negeri.
Indonesia Ingin Kurangi Ketergantungan Impor
Peningkatan produksi gula dalam negeri pada akhirnya diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan.
Jika produksi nasional meningkat secara konsisten, ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi secara bertahap.
Namun, target tersebut membutuhkan program yang konsisten dari tingkat perkebunan hingga industri pengolahan.
Pemerintah Optimistis
Amran optimistis peremajaan tebu dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperbaiki rendemen.
Dengan kombinasi peremajaan, perluasan lahan, penggunaan benih unggul, dan peningkatan kinerja pabrik gula, produksi nasional diharapkan terus meningkat.
Pemerintah berharap hasil tersebut dapat mempercepat tercapainya swasembada gula konsumsi.
Fakta Penting Program Swasembada Gula
- Pemerintah menyiapkan sekitar Rp1,7 triliun untuk peremajaan tebu rakyat.
- Sekitar 86 persen tebu rakyat atau plasma disebut membutuhkan peremajaan.
- Peremajaan ditargetkan sekitar 100 ribu hektare per tahun.
- Total program peremajaan dirancang sekitar 300 ribu hektare.
- Program peremajaan ditargetkan selesai dalam tiga tahun.
- Mentan Amran menyatakan target swasembada gula dapat dipercepat menjadi dua tahun.
- Pengembangan lahan tebu baru di Tulang Bawang telah mencapai sekitar 30 ribu hektare.
- Produksi GKP 2026 diproyeksikan sekitar 3,02 juta ton.
- Luas areal tebu 2026 diperkirakan 585.390 hektare.
- Produksi tebu diproyeksikan sekitar 40,20 juta ton dengan rendemen 7,51 persen.
Rp1,7 Triliun Jadi Modal Percepatan Swasembada Gula
Pemerintah kini mengandalkan peremajaan tebu sebagai salah satu cara memperbaiki produksi gula nasional.
Anggaran sekitar Rp1,7 triliun disiapkan untuk mengganti tanaman tebu rakyat yang sudah tidak produktif, sementara target swasembada gula disebut dapat dipercepat menjadi dua tahun.






































































































































