
JAKARTA – Pemerintah mendorong penggunaan baterai berbasis nikel dalam pengembangan Motor Listrik Nasional atau Molinas. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hilirisasi nikel sekaligus meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri.
Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) menyambut positif arah kebijakan tersebut. Namun, pelaku industri meminta waktu untuk melakukan penyesuaian karena mayoritas motor listrik yang beredar saat ini masih menggunakan baterai berbasis litium.
Aismoli Siap Menyesuaikan
Ketua Umum Aismoli Budi Setiyadi mengatakan industri pada dasarnya siap mengikuti kebijakan pemerintah mengenai penggunaan baterai nikel.
Menurut Budi, baterai litium maupun nikel memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Karena itu, penerapan teknologi baru perlu mempertimbangkan kesiapan industri dan rantai pasok.
“Litium sama nikel memang tinggal dua itu, pasti plus-minusnya ada masing-masing,” ujar Budi kepada Kompas.com pada 24 Agustus 2026.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa industri tidak menutup diri terhadap penggunaan baterai nikel.
Indonesia Punya Cadangan dan Produksi Nikel Besar
Dorongan menggunakan baterai nikel juga berkaitan dengan posisi Indonesia sebagai salah satu produsen nikel terbesar dunia.
Budi menilai potensi tersebut sebaiknya dimanfaatkan untuk membangun industri kendaraan listrik nasional.
Menurutnya, pemanfaatan nikel dalam negeri dapat menjadi bagian dari strategi hilirisasi agar bahan baku tidak hanya diekspor dalam bentuk mentah atau setengah jadi.
Mayoritas Motor Listrik Masih Pakai Litium
Saat ini, sebagian besar motor listrik di pasar Indonesia masih menggunakan baterai berbasis litium, termasuk jenis Lithium Iron Phosphate (LFP).
Karena itu, perubahan menuju baterai nikel membutuhkan kesiapan dari produsen kendaraan, pemasok komponen, hingga fasilitas produksi baterai.
Perubahan teknologi juga perlu memperhatikan kompatibilitas dengan desain motor listrik yang sudah dikembangkan produsen.
Pemerintah Dorong Motor Listrik Nasional
Pemerintah secara resmi meluncurkan Motor Listrik Nasional beserta ekosistem pendukungnya pada 13 Agustus 2026.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah ingin membangun ekosistem kendaraan listrik nasional secara lebih kuat.
Langkah tersebut mencakup pengembangan industri kendaraan, komponen, baterai, hingga dukungan terhadap masyarakat yang ingin beralih dari kendaraan berbahan bakar bensin.
Ada Empat Kriteria Motor Listrik Nasional
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebelumnya menjelaskan bahwa Molinas memiliki sejumlah persyaratan.
Salah satunya adalah tingkat komponen dalam negeri atau TKDN di atas 60 persen. Komponen utama yang diperhitungkan antara lain power train, rangka atau struktur, serta komponen plastik dan panel bodi.
Persyaratan tersebut bertujuan agar pengembangan kendaraan listrik memberikan dampak lebih besar terhadap industri nasional.
Baterai Jadi Tantangan TKDN
Peningkatan TKDN motor listrik juga menghadapi tantangan pada sektor baterai.
Aismoli sebelumnya menyebut baterai menjadi salah satu komponen yang masih menjadi kendala dalam mengejar TKDN 60 persen.
Meskipun fasilitas produksi baterai telah tersedia di Indonesia, proses produksi belum seluruhnya mencakup pembuatan sel baterai.
Karena itu, pengembangan industri baterai domestik menjadi bagian penting dari ekosistem kendaraan listrik.
Nikel Didorong Masuk ke Rantai Industri
Penggunaan baterai nikel dapat memperluas pemanfaatan sumber daya nikel Indonesia.
Jika rantai produksinya semakin terintegrasi di dalam negeri, nikel dapat diolah menjadi material baterai hingga produk akhir yang digunakan kendaraan listrik.
Langkah tersebut sejalan dengan agenda hilirisasi yang selama ini didorong pemerintah.
Aismoli Minta Waktu Penyesuaian
Meskipun mendukung kebijakan tersebut, Aismoli menilai industri membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Penyesuaian diperlukan pada sisi manufaktur, teknologi, pemasok komponen, dan rantai pasok baterai.
Dengan masa transisi yang memadai, produsen diharapkan dapat menyesuaikan produk tanpa mengganggu perkembangan industri motor listrik nasional.
Perbedaan Baterai Nikel dan Litium
Baterai nikel dan litium memiliki karakteristik berbeda.
Karena itu, pemilihan teknologi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan baku, tetapi juga mempertimbangkan performa, biaya produksi, keamanan, umur pakai, serta kebutuhan kendaraan.
Aismoli menilai kedua jenis baterai memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing.
Insentif Motor Listrik Masih Dimatangkan
Pemerintah juga sedang menyiapkan skema insentif untuk pembelian motor listrik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan skema insentif masih dimatangkan, sementara anggarannya telah tersedia.
Kebijakan insentif tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik.
Baterai Nikel Berkaitan dengan Subsidi
Pemerintah sebelumnya menyampaikan sejumlah kriteria bagi motor listrik yang dapat masuk dalam skema Motor Listrik Nasional.
Salah satu kriterianya adalah penggunaan baterai nikel, selain TKDN minimal 60 persen, desain lokal, dan harga yang terjangkau pasar domestik.
Dengan demikian, baterai menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kendaraan yang masuk dalam ekosistem Molinas.
Hilirisasi Jadi Tujuan Utama
Pengembangan baterai nikel tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi motor listrik.
Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat hilirisasi mineral dan meningkatkan nilai tambah nikel di dalam negeri.
Pemerintah berharap Indonesia tidak berhenti sebagai pemasok bahan baku, tetapi mampu menjadi basis produksi kendaraan listrik dan baterai.
Industri Lokal Berpeluang Tumbuh
Jika ekosistem kendaraan listrik berkembang, kebutuhan terhadap berbagai komponen juga akan meningkat.
Produsen baterai, komponen elektronik, motor listrik, rangka, perangkat pengisian daya, hingga layanan purnajual dapat memperoleh peluang pertumbuhan.
Kondisi tersebut berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat industri manufaktur dalam negeri.
Tantangan Tetap Ada
Penggunaan baterai nikel juga bukan tanpa tantangan.
Industri perlu memastikan teknologi yang digunakan sesuai dengan kebutuhan kendaraan roda dua. Selain itu, harga baterai, kapasitas produksi, kualitas sel, dan infrastruktur pendukung harus diperhitungkan.
Karena itu, kebijakan baterai nikel membutuhkan koordinasi antara pemerintah dan pelaku industri.
Pemerintah Ingin Ekosistem Terintegrasi
Pengembangan Molinas diarahkan tidak hanya pada produksi kendaraan.
Pemerintah juga ingin membangun ekosistem pendukung yang mencakup industri baterai, komponen, layanan pengisian, hingga sistem penukaran baterai.
Presiden Prabowo dalam peluncuran Molinas menekankan pentingnya pembangunan ekosistem kendaraan listrik Indonesia.
Transisi Energi Terus Didorong
Motor listrik menjadi salah satu bagian dari strategi transisi menuju transportasi yang lebih rendah emisi.
Dengan semakin banyak kendaraan listrik digunakan, kebutuhan terhadap bahan bakar minyak untuk kendaraan roda dua diharapkan dapat ditekan.
Namun, manfaat lingkungan tetap bergantung pada sumber energi listrik yang digunakan untuk mengisi baterai.
Indonesia Kejar Kemandirian Baterai
Pengembangan baterai dalam negeri menjadi salah satu kunci menuju kemandirian industri kendaraan listrik.
Jika Indonesia mampu menguasai rantai produksi baterai dari bahan baku hingga produk akhir, ketergantungan terhadap impor komponen dapat dikurangi.
Hal tersebut juga dapat meningkatkan nilai tambah industri nikel nasional.
Fakta Penting Baterai Nikel Motor Listrik
- Pemerintah mendorong penggunaan baterai berbasis nikel untuk pengembangan Motor Listrik Nasional.
- Aismoli menyatakan siap menyesuaikan diri dengan kebijakan tersebut.
- Aismoli menilai baterai nikel dan litium memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
- Mayoritas motor listrik Indonesia saat ini masih menggunakan baterai berbasis litium, termasuk LFP.
- Molinas ditargetkan memiliki TKDN di atas 60 persen.
- Penggunaan baterai menjadi salah satu tantangan dalam peningkatan TKDN.
- Pemerintah meluncurkan Motor Listrik Nasional dan ekosistem pendukungnya pada 13 Agustus 2026.
- Pemerintah juga sedang mematangkan skema insentif motor listrik.
Baterai Nikel Jadi Babak Baru Motor Listrik Indonesia
Dorongan penggunaan baterai nikel untuk motor listrik menjadi bagian penting dari strategi pemerintah membangun industri kendaraan listrik nasional.






































































































































