
NAGEKEO – Pemerintah mempercepat penanganan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Presiden Prabowo Subianto memastikan kebutuhan pendidikan dan tempat tinggal warga terdampak menjadi bagian dari prioritas pemulihan.
Saat meninjau posko pengungsian di Kabupaten Nagekeo, Rabu (26/8/2026), Prabowo mengatakan kegiatan belajar mengajar harus tetap berjalan. Namun, sekolah yang bangunannya belum dinyatakan aman akan menggunakan tenda untuk sementara.
Sekolah Korban Gempa Tetap Harus Berjalan
Prabowo menegaskan aktivitas pendidikan tidak boleh berhenti akibat bencana.
Pemerintah telah menyiapkan langkah sementara agar anak-anak korban gempa dapat kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar.
“Mungkin untuk keamanan sekolah-sekolah mungkin di tenda dulu,” ujar Prabowo.
Penggunaan tenda menjadi solusi sementara sambil menunggu kondisi bangunan sekolah dinyatakan aman oleh tim ahli.
Kondisi Aman Diperkirakan Maksimal Tiga Minggu
Salah satu pertimbangan utama pemerintah adalah aktivitas gempa susulan yang masih terjadi di wilayah NTT.
Prabowo mengatakan berdasarkan masukan para ahli, masyarakat masih membutuhkan waktu hingga maksimal sekitar tiga minggu sampai kondisi dinilai relatif aman.
Setelah kondisi memungkinkan, pemerintah akan mulai menjalankan pembangunan hunian sementara serta memperbaiki rumah warga yang mengalami kerusakan.
Dengan demikian, batas waktu tiga minggu tersebut merupakan perkiraan masa menunggu kondisi aman, bukan target penyelesaian seluruh pembangunan.
Hunian Sementara Segera Dibangun
Setelah kondisi kegempaan dinilai aman, pemerintah akan mulai membangun hunian sementara atau huntara bagi masyarakat yang rumahnya terdampak.
Pembangunan huntara menjadi penting karena sebagian warga masih harus tinggal di tempat pengungsian.
Selain membangun hunian sementara, pemerintah juga menyiapkan perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Gempa Susulan Masih Terjadi
Aktivitas gempa susulan menjadi alasan pemerintah tidak langsung melakukan pembangunan permanen di seluruh wilayah terdampak.
BMKG mencatat hingga 26 Agustus 2026 terdapat 7.492 gempa susulan setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores pada 15 Agustus 2026.
Dari ribuan gempa susulan tersebut, 33 kejadian tercatat memiliki magnitudo di atas 5 dan 143 gempa dirasakan masyarakat.
Kondisi tersebut membuat faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam proses pemulihan.
Pemerintah Kirim Bantuan ke Pengungsi
Selain menyiapkan sekolah dan hunian, pemerintah terus mengirim bantuan untuk masyarakat terdampak.
Prabowo memastikan pemerintah pusat memantau kondisi di lapangan sekaligus menyiapkan kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.
Pemerintah juga meminta masyarakat tetap bersabar selama proses pemulihan berlangsung.
Bantuan Rp200 Miliar untuk NTT
Pemerintah juga memberikan dukungan anggaran untuk penanganan gempa NTT.
Prabowo menyalurkan bantuan sebesar Rp200 miliar, dengan Rp40 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT dan masing-masing Rp20 miliar untuk delapan kabupaten terdampak.
Delapan kabupaten tersebut adalah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada, Nagekeo, Sikka, dan Flores Timur.
Perbaikan Rumah Masuk Tahap Pemulihan
Perbaikan rumah warga menjadi salah satu agenda setelah situasi dinyatakan lebih aman.
Pemerintah akan menyesuaikan proses pembangunan dengan hasil pemeriksaan kondisi wilayah dan bangunan.
Langkah tersebut diperlukan agar proses pemulihan tidak menimbulkan risiko baru bagi masyarakat.
Anak-Anak Jadi Perhatian Pemerintah
Penyediaan sekolah sementara menjadi perhatian karena aktivitas pendidikan harus tetap berjalan meski masyarakat berada dalam kondisi darurat.
Dengan menggunakan tenda sebagai ruang belajar sementara, anak-anak diharapkan tetap mendapatkan pendidikan sambil menunggu fasilitas sekolah yang aman.
Pemerintah juga perlu memastikan lokasi belajar sementara memiliki fasilitas dasar yang memadai bagi siswa dan guru.
Prabowo Pastikan Pemerintah Hadir
Dalam kunjungannya ke Nagekeo, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan meninggalkan masyarakat yang terdampak bencana.
“Pemerintah tidak akan membiarkan saudara sendiri. Kita hadir dan kita akan terus membantu saudara-saudara,” kata Prabowo.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Presiden berdialog dengan masyarakat di posko pengungsian.
Pemulihan Dilakukan Bertahap
Penanganan pascagempa NTT dilakukan secara bertahap.
Tahap pertama berfokus pada keselamatan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan dasar. Setelah kondisi memungkinkan, pemerintah melanjutkan dengan pembangunan hunian sementara dan perbaikan rumah.
Sementara itu, fasilitas pendidikan tetap berjalan melalui sekolah darurat atau tenda.
Sekolah dan Huntara Tunggu Kondisi Aman
Pemerintah tidak ingin terburu-buru membangun fasilitas permanen ketika gempa susulan masih berlangsung.
Menurut keterangan Prabowo, para ahli memperkirakan wilayah terdampak membutuhkan waktu hingga sekitar tiga minggu untuk mencapai kondisi yang relatif aman.
Setelah itu, pembangunan hunian sementara dan perbaikan rumah dapat dimulai dengan lebih aman.
Fakta Penting Pemulihan Gempa NTT
Beberapa fakta terbaru yang perlu diketahui:
- Presiden Prabowo meninjau pengungsi di Kabupaten Nagekeo, NTT, pada 26 Agustus 2026.
- Sekolah terdampak gempa disiapkan untuk menggunakan tenda sementara demi keselamatan.
- Kondisi wilayah diperkirakan membutuhkan waktu maksimal sekitar tiga minggu untuk relatif aman.
- Setelah kondisi aman, pemerintah akan membangun hunian sementara dan memperbaiki rumah warga.
- BMKG mencatat 7.492 gempa susulan hingga 26 Agustus 2026.
- Pemerintah menyalurkan bantuan Rp200 miliar untuk penanganan gempa NTT.
Pemulihan NTT Terus Dikebut
Pemerintah kini menghadapi dua kebutuhan sekaligus, yaitu memastikan keselamatan warga dan mempercepat pemulihan kehidupan sehari-hari.
Sekolah sementara menjadi solusi agar pendidikan tidak berhenti. Sementara itu, pembangunan huntara dan perbaikan rumah akan dilakukan setelah kondisi wilayah dinyatakan cukup aman.
Presiden Prabowo menegaskan pemerintah terus menangani dampak gempa NTT. Sekolah sementara disiapkan menggunakan tenda, sedangkan pembangunan hunian sementara dan perbaikan rumah akan dimulai setelah kondisi relatif aman, yang menurut keterangan ahli diperkirakan maksimal sekitar tiga minggu.






































































































































