
SHENZHEN — Ganda putra Indonesia Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi lolos ke babak 16 besar China Masters 2026 setelah meraih kemenangan pada babak 32 besar di Shenzhen, Selasa (1/9/2026). Pasangan muda Indonesia itu unggul 21-16 atas unggulan kelima asal Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, sebelum pasangan Malaysia memutuskan mundur.
Hasil tersebut menjadi awal positif bagi Faathir/Devin dalam debut mereka di turnamen level BWF World Tour Super 750. Keduanya kini membidik langkah lebih jauh dan berharap bisa menembus perempat final.
Faathir/Devin Lolos ke 16 Besar
Faathir/Devin lolos ke 16 besar China Masters 2026 setelah tampil solid pada gim pertama.
Mereka menghadapi Goh Sze Fei/Nur Izzuddin di Shenzhen Arena. Pasangan Indonesia mampu mengamankan gim pembuka dengan skor 21-16. Setelah itu, wakil Malaysia memilih mundur sehingga pertandingan tidak berlanjut ke gim kedua.
Dengan hasil tersebut, tiket babak kedua otomatis menjadi milik pasangan Indonesia.
Laga Berlangsung Singkat
Pertandingan Faathir/Devin dan Goh/Nur berlangsung hanya sekitar 18 menit sebelum dihentikan. Goh/Nur memutuskan mundur setelah gim pertama selesai.
Devin mengatakan mereka tidak mengetahui alasan mundur saat masih berada di lapangan. Setelah pertandingan, ia mendapat informasi bahwa Nur Izzuddin mengalami demam sejak malam sebelumnya.
Keputusan mundur tersebut membuat laga berakhir lebih cepat.
Indonesia Amankan Dua Ganda Putra
Faathir/Devin bukan satu-satunya pasangan Indonesia yang melaju.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin juga menembus babak 16 besar setelah mengalahkan unggulan pertama asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, dengan skor 21-19, 21-19.
Hasil tersebut membuat Indonesia memiliki dua pasangan ganda putra di babak berikutnya.
Debut Super 750 Jadi Sorotan
China Masters 2026 merupakan debut Faathir/Devin di level Super 750.
Faathir mengakui turnamen tersebut tidak mudah. Karena itu, mereka memilih fokus satu pertandingan demi satu pertandingan dan memasang target awal menembus delapan besar.
Target tersebut menjadi motivasi bagi pasangan muda tersebut.
Faathir/Devin Bidik Perempat Final
Setelah lolos ke 16 besar, Faathir/Devin membidik perempat final.
Menurut keterangan PBSI, pasangan Indonesia tersebut akan menghadapi pemenang pertandingan antara Hoki/Kobayashi dari Jepang dan Choi Solgyu/Heo Kwanghee dari Korea Selatan.
Lawan berikutnya dipastikan lebih menantang karena kualitas persaingan di Super 750 sangat tinggi.
Mereka Tampil Lebih Tenang
Faathir mengatakan strategi pada gim pertama adalah bermain aman sambil tetap menyerang ketika kesempatan terbuka.
Pola tersebut membantu mereka mengatasi tekanan dari pasangan Malaysia. Lawan juga banyak mengangkat bola sehingga Faathir/Devin mendapat kesempatan melakukan serangan.
Pendekatan itu menghasilkan kemenangan 21-16.
Sempat Terjadi Kejar-kejaran Angka
Pertandingan sebenarnya berlangsung cukup ketat pada awal gim.
Kedua pasangan saling mengejar hingga skor 6-6. Setelah menemukan ritme permainan, Faathir/Devin mampu mengambil beberapa poin beruntun dan membangun keunggulan.
Tekanan tersebut membuat Indonesia lebih nyaman memasuki interval.
Malaysia Berusaha Mengejar
Setelah tertinggal, Goh/Nur sempat memperkecil jarak.
Kedudukan bahkan kembali imbang 12-12. Namun, Faathir/Devin dapat menjaga konsentrasi dan kembali menjauh hingga akhirnya menutup gim dengan kemenangan 21-16.
Momentum itu menjadi pembeda dalam gim pembuka.
Pengalaman Mulai Bertambah
Faathir/Devin sebelumnya juga tampil di turnamen BWF level lain.
Pada Macau Open 2026, keduanya berhasil mencapai final dan menjadi runner-up setelah kalah dari Jin Yong/Lee Jongmin asal Korea Selatan.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi mereka saat menghadapi persaingan China Masters.
Punya Modal dari Macau Open
Keberhasilan mencapai final di Macau memperlihatkan perkembangan pasangan ini.
Meski belum meraih gelar, pengalaman menghadapi pasangan papan atas memberikan tambahan kepercayaan diri sebelum tampil di Shenzhen.
Hasil positif di babak pertama China Masters menjadi kelanjutan dari perkembangan tersebut.
China Masters Berlevel Tinggi
China Masters 2026 merupakan bagian dari rangkaian HSBC BWF World Tour Super 750.
Turnamen digelar di Shenzhen pada 1–6 September 2026 dan menjadi salah satu ajang penting dalam kalender bulu tangkis dunia.
Persaingan di level ini tentu sangat ketat karena mempertemukan pemain-pemain terbaik dunia.
Hadiah Turnamen Mencapai US$1,25 Juta
China Masters 2026 juga menawarkan hadiah besar.
Total hadiah turnamen mencapai US$1,25 juta, atau sekitar Rp20,3 miliar berdasarkan angka yang dicantumkan dalam laporan.
Nilai tersebut membuat setiap kemenangan memiliki arti penting bagi para pemain.
Indonesia Punya Peluang Lebih Besar
Dengan dua pasangan ganda putra yang lolos, peluang Indonesia di nomor tersebut semakin terbuka.
Faathir/Devin membawa energi pemain muda, sedangkan Leo/Daniel sudah memiliki pengalaman lebih banyak di turnamen besar.
Kedua pasangan memiliki jalur masing-masing menuju babak selanjutnya.
Faathir/Devin Tak Ingin Terburu-buru
Faathir menegaskan mereka akan menjalani turnamen secara bertahap.
Menurutnya, target terbesar memang menembus delapan besar, tetapi mereka ingin fokus terlebih dahulu pada pertandingan berikutnya.
Pendekatan tersebut penting karena tekanan bisa semakin besar di babak berikutnya.
Mental Akan Diuji
Babak 16 besar menghadirkan lawan dengan kualitas berbeda.
Faathir/Devin perlu mempertahankan konsentrasi, komunikasi, dan keberanian menyerang. Faktor mental dapat menjadi penentu ketika pertandingan berlangsung ketat.
Kemenangan di babak pertama memberikan mereka modal percaya diri.
Indonesia Terus Regenerasi
Faathir/Devin juga memperlihatkan bahwa regenerasi ganda putra Indonesia terus berjalan.
Munculnya pasangan muda di turnamen Super 750 menjadi sinyal positif bagi masa depan sektor ganda putra nasional.
Namun, konsistensi di turnamen besar tetap menjadi tantangan berikutnya.
Persaingan dengan Pasangan Dunia
China Masters menghadirkan banyak pasangan elite.
Karena itu, perjalanan menuju semifinal dan final tidak akan mudah. Setiap pertandingan akan menuntut kemampuan teknis dan fisik yang tinggi.
Faathir/Devin kini punya kesempatan mengukur kemampuan mereka melawan pasangan papan atas dunia.
Leo/Daniel Juga Membuat Kejutan
Di sisi lain, Leo/Daniel memberikan kejutan dengan menyingkirkan pasangan Korea Selatan yang merupakan unggulan pertama.
Mereka menang dua gim langsung 21-19, 21-19 dan menunjukkan ketenangan pada poin-poin penting.
Hasil tersebut semakin memperkuat peluang Indonesia di nomor ganda putra.
Jonatan Christie Juga Lolos
Selain dua pasangan ganda putra tersebut, Jonatan Christie juga sudah lebih dahulu memastikan tiket ke babak berikutnya.
Dengan demikian, Indonesia memiliki beberapa wakil yang masih bersaing di China Masters 2026.
Peluang Faathir/Devin Masih Terbuka
Kemenangan melalui format mundur memang berbeda dari kemenangan melalui dua atau tiga gim penuh.
Namun, bagi pemain muda, lolos ke 16 besar tetap menjadi pencapaian penting. Mereka mendapatkan kesempatan menghadapi lawan baru di panggung internasional.
Tantangan Berikutnya Lebih Berat
Di babak 16 besar, permainan dipastikan semakin sulit.
Faathir/Devin harus menjaga stamina dan meningkatkan konsistensi. Mereka juga perlu mempersiapkan strategi terhadap lawan yang akan ditentukan dari hasil pertandingan Hoki/Kobayashi dan Choi/Heo.
Target Delapan Besar Jadi Motivasi
Target perempat final bukan sekadar angka.
Bagi Faathir/Devin, masuk delapan besar Super 750 akan menjadi pencapaian penting dalam proses menuju level elite.
Karena itu, pertandingan berikutnya akan menjadi ujian besar bagi perkembangan mereka.
Kesimpulan
Ganda putra Indonesia Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi lolos ke babak 16 besar China Masters 2026 setelah unggul 21-16 atas unggulan kelima Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin. Pertandingan berhenti setelah pasangan Malaysia memutuskan mundur karena kondisi Nur Izzuddin yang dilaporkan sedang demam.
Hasil ini menjadi debut positif Faathir/Devin di turnamen BWF World Tour Super 750. Mereka langsung memasang target untuk melangkah hingga perempat final.
Indonesia juga mendapatkan kabar baik dari Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, yang mengalahkan unggulan pertama Korea Selatan dan ikut melaju ke 16 besar.
Dengan dua pasangan yang masih bertahan, ganda putra Indonesia punya peluang besar melanjutkan langkah di China Masters 2026. Tantangan berikutnya akan menjadi ujian yang lebih berat bagi Faathir/Devin, terutama karena mereka baru menjalani debut di level Super 750.








































































































































































































