rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong gila4d vertu789 karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto slot gacor karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto kaskus288 sarang288 sarang288 sarang288 sarang288 sarang288 ayamtoto slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor ketua288 slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor
Prabowo Gebrakan Energi Surya 100 GWp, Proyek Besar Dimulai dari Bali - KALIMANTAN TENGAH

KALIMANTAN TENGAH

Informasi & Berita Seputar Kalimantan Tengah

Prabowo Gebrakan Energi Surya 100 GWp, Proyek Besar Dimulai dari Bali

https://images.openai.com/static-rsc-4/ZLm-vU457zL-zeGrDynTlBLERA96VShhgX0UmCaHUEOXo94h7FcnQAtJvAsyNjsR4964VNcQaEsIq75zBquI_aDJcgOCiIPejJG3DwEK-fe9vNJwQNc80TapCNCvlVNHQUTE0CkEY1BWqCoK7w4v_rgTeJCNI7jUwiw5ya8PKM6naY5O1hsEDCblgyHxU0o_?purpose=fullsize

https://images.openai.com/static-rsc-4/-WNy2adaxMK0z4uFKuoshvx_r8eUw7d53-bfk_ZtQjdLTodtoAOgZBbizlq-_dJOL6HVcRcYP9GC9LE6oEuAGSPgRKf_JKzPxy1g4MIkbZjpO9I-IPUdMcSIO9ui6xdUoNUPrA9JOfZ8s7F8W0nKd96-hfE_Vzc9-w3AdBv6xRk_Rzt1AtcZyt5FavjRgd0L?purpose=fullsize

https://images.openai.com/static-rsc-4/GQiSFGS9hp9ZgICzC9xwq_qVAi32Za4W1E1DQfuiDLpNHeD91r3s7dZESY25n2756S8kBmliVjnCV8Pn8kx8PM65sFp8nMRmMdpmQ5CiDeXOIY9uQiz_RDyTvV2oYyJC1VZEmPSoIb11Q1QlEtA8C6zRFF_KJvx9TVUpyDauBTnHA23yi9X_utNzIlJ2a49I?purpose=fullsize

BALI – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan dan melakukan groundbreaking program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

Peluncuran tersebut menjadi langkah awal pemerintah dalam menjalankan program energi surya berskala nasional. Pemerintah menargetkan pembangunan PLTS 100 GWp dapat selesai pada 2029.

Program ini merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air. Tujuannya adalah memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil.

Prabowo Targetkan PLTS 100 GWp

Presiden Prabowo mengatakan pembangunan PLTS 100 GWp menjadi langkah penting untuk memperkuat kemandirian energi Indonesia.

Ia menyoroti besarnya potensi energi surya yang dimiliki Indonesia. Pemerintah ingin memanfaatkan potensi tersebut untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional.

Dalam peluncuran di Bali, Prabowo menyebut kapasitas seluruh pembangkit listrik Indonesia saat ini berada di sekitar 88 GWp dari berbagai sumber energi.

Sementara itu, pemerintah menargetkan pembangunan PLTS hingga mencapai 100 GWp.

Pembangunan PLTS Dilakukan Bertahap

Program PLTS 100 GWp tidak dibangun sekaligus. Pemerintah menyiapkan pembangunan secara bertahap.

Pada tahap awal, pembangunan dimulai di 14 lokasi dengan total kapasitas sekitar 5,3 GWp. Lokasi tersebut berada di Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau.

Pemerintah kemudian akan melanjutkan pembangunan pada tahap berikutnya hingga mencapai target 100 GWp.

Dengan pola bertahap tersebut, pemerintah dapat menyesuaikan pembangunan dengan kesiapan lahan, jaringan listrik, pembiayaan, dan teknologi.

PLTS Gilimanuk Jadi Bagian Penting

Salah satu proyek yang menjadi bagian dari program tersebut adalah PLTS Gilimanuk di Kabupaten Jembrana, Bali.

Proyek ini memiliki kapasitas pembangkit surya sebesar 300 MWp. Fasilitas tersebut juga dilengkapi sistem penyimpanan energi baterai atau Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 1.000 MWh.

PLTS Gilimanuk dibangun di atas lahan sekitar 321 hektare.

Nilai investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp6,057 triliun. Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2028.

Bali Target Kurangi Penggunaan BBM

Pembangunan PLTS Gilimanuk juga diarahkan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dalam sistem kelistrikan Bali.

Berdasarkan data PLN, pembangkit tersebut diperkirakan menghasilkan sekitar 470 GWh listrik per tahun.

Produksi tersebut diproyeksikan dapat menghemat penggunaan bahan bakar fosil hingga sekitar 151 ribu kiloliter BBM setiap tahun.

Listrik dari proyek tersebut akan terhubung dengan sistem interkoneksi SUTT 150 kV Negara-Gilimanuk.

Indonesia Punya Potensi Energi Surya Besar

Pemerintah melihat energi surya sebagai salah satu sumber energi yang memiliki potensi besar di Indonesia.

Data pemerintah menunjukkan potensi energi surya Indonesia mencapai sekitar 3.294 GWp. Namun, kapasitas PLTS yang telah terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp.

Kesenjangan tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah mempercepat pembangunan PLTS.

Dengan target 100 GWp, pemerintah ingin meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan secara signifikan.

Pemerintah Targetkan Efisiensi Rp73,9 Triliun

Pembangunan PLTS juga dikaitkan dengan upaya menekan biaya produksi listrik.

Pemerintah memperkirakan pembangunan PLTS hingga 100 GWp dapat menghasilkan efisiensi biaya listrik sekitar Rp73,9 triliun per tahun.

Efisiensi tersebut diharapkan dapat diperoleh dari berkurangnya ketergantungan terhadap pembangkit berbahan bakar fosil.

Presiden Prabowo juga menilai penggunaan energi surya dapat membantu mengurangi kebutuhan impor bahan bakar dari luar negeri.

Target 2026 Capai 30 GWp

Pemerintah tidak hanya menargetkan pembangunan PLTS 100 GWp dalam beberapa tahun.

Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan PLTS mencapai 30 GWp. Pada saat yang sama, pemerintah berencana menghentikan 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel atau PLTD.

Langkah tersebut menjadi bagian dari transisi energi nasional.

Pemerintah berharap penggunaan energi terbarukan dapat terus meningkat seiring dengan pembangunan infrastruktur kelistrikan.

PLTS Didorong Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Program PLTS 100 GWp tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan listrik.

Pemerintah juga memproyeksikan program tersebut dapat mendorong investasi di sektor pembangkit, baterai, dan jaringan listrik.

Selain itu, pemerintah ingin memperkuat industri panel surya atau solar photovoltaic (solar PV) di dalam negeri.

Program tersebut juga diproyeksikan menciptakan lapangan kerja baru, termasuk pekerjaan yang berkaitan dengan ekonomi hijau atau green jobs.

Tantangan Pembangunan Tetap Ada

Target PLTS 100 GWp merupakan proyek berskala besar. Karena itu, pelaksanaannya membutuhkan kesiapan berbagai sektor.

Pemerintah perlu memastikan ketersediaan lahan, jaringan transmisi, teknologi penyimpanan energi, investasi, serta kesiapan industri dalam negeri.

Integrasi PLTS dengan sistem kelistrikan juga menjadi faktor penting karena produksi listrik tenaga surya bergantung pada kondisi matahari.

Penggunaan BESS seperti pada proyek Gilimanuk menjadi salah satu solusi untuk membantu menjaga kestabilan pasokan listrik.

Prabowo Dorong Kemandirian Energi

Peluncuran PLTS 100 GWp menunjukkan arah kebijakan pemerintah yang semakin menekankan kemandirian energi.

Presiden Prabowo sebelumnya menegaskan bahwa pemerintah ingin mempercepat pembangunan energi surya sekaligus mengurangi penggunaan pembangkit diesel.

Program tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan impor bahan bakar.

Jika target dapat tercapai, kapasitas energi surya Indonesia akan meningkat jauh dibandingkan kondisi saat ini.

Proyek Besar Dimulai dari Bali

Peluncuran di Gilimanuk menjadi momentum awal program PLTS 100 GWp.

Namun, target tersebut masih membutuhkan pembangunan dalam jumlah besar di berbagai wilayah Indonesia.

Fakta terbaru menunjukkan Presiden Prabowo telah meluncurkan program PLTS 100 GWp di Jembrana, Bali, pada 25 Agustus 2026. Program nasional tersebut ditargetkan selesai pada 2029, dengan pembangunan dilakukan secara bertahap.

Sementara itu, PLTS Gilimanuk menjadi salah satu proyek penting dalam tahap awal. Pembangkit tersebut dirancang berkapasitas 300 MWp dan didukung BESS 1.000 MWh.

Program ini akan menjadi salah satu proyek energi terbesar pemerintah dalam upaya meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan dan memperkuat ketahanan energi nasional.