mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong gila4d vertu789 karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto slot gacor karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto kaskus288 sarang288 sarang288 sarang288 sarang288 sarang288 ayamtoto slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot88 slot gacor slot gacor slot gacor ketua288 slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor
Perbasi Panggil 8 Pemain Basket 3x3 untuk Seleksi Asian Games 2026, Persaingan Menuju Jepang Makin Sengit - KALIMANTAN TENGAH

KALIMANTAN TENGAH

Informasi & Berita Seputar Kalimantan Tengah

Perbasi Panggil 8 Pemain Basket 3×3 untuk Seleksi Asian Games 2026, Persaingan Menuju Jepang Makin Sengit

JAKARTA – Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) mulai mengerucutkan persiapan Timnas Basket 3×3 Putra menuju Asian Games 2026. Sebanyak delapan pemain dipanggil untuk mengikuti proses seleksi dan bersaing memperebutkan tempat di skuad utama yang akan tampil di Jepang.

Pemanggilan ini menjadi salah satu tahap penting karena dari delapan pemain tersebut nantinya hanya empat pemain yang akan dibawa ke Asian Games 2026.

Delapan Pemain Masuk Persaingan

Delapan pemain yang dipanggil Perbasi berasal dari sejumlah klub peserta IBL. Mereka bukan nama baru dalam program persiapan Timnas Basket 3×3 Putra Indonesia karena sebelumnya juga masuk dalam kelompok pemain yang disiapkan menghadapi FIBA 3×3 Challenger Batam.

Berikut daftar delapan pemain tersebut:

  1. Erick Ibrahim Junior – Dewa United Banten
  2. Mohammed Aymane Garudi Arip – Tangerang Hawks Basketball
  3. Justin Jaya Wiyanto – Tangerang Hawks Basketball
  4. Halmaheranno Aprianto Lolaru Hady – Hangtuah Jakarta
  5. Richard Cornellius – Hangtuah Jakarta
  6. Daffa Dhoifullah – Pacific Caesar Surabaya
  7. Almando Davin Nepa Bait – Borneo Hornbills
  8. Aven Ryan Pratama – Kesatria Bengawan Solo

Pemanggilan tersebut tertuang dalam surat PP Perbasi bernomor 545/DPP/VIII/2026 tertanggal 19 Agustus 2026.

Dari 8 Pemain Hanya 4 yang Berangkat

Inilah bagian paling menarik dari proses seleksi kali ini.

Perbasi memiliki delapan kandidat, tetapi kuota yang nantinya dibawa ke Asian Games 2026 hanya empat pemain.

Artinya, separuh dari pemain yang sekarang mengikuti proses seleksi harus rela tersisih sebelum keberangkatan ke Jepang.

Persaingan pun dipastikan semakin ketat.

Setiap sesi latihan akan menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, mulai dari permainan satu lawan satu, kemampuan bertahan, akurasi tembakan, kecepatan mengambil keputusan, hingga chemistry antarpemain.

Manajer Timnas Basket 3×3 Putra Bastian Arief mengatakan para pemain masih berstatus sebagai pemain seleksi dan harus menunjukkan perkembangan selama masa persiapan.

Regulasi U23 Jadi Tantangan Besar

Ada satu faktor yang membuat seleksi kali ini semakin menarik: Asian Games 2026 menerapkan ketentuan usia U23 untuk nomor basket 3×3.

Regulasi tersebut membuat Perbasi harus sangat cermat memilih komposisi pemain.

Bukan hanya kemampuan individu yang menjadi pertimbangan. Tim juga membutuhkan pemain yang mampu membangun kerja sama dengan cepat dalam format permainan 3×3 yang memiliki tempo tinggi dan ruang bermain lebih sempit dibandingkan basket 5×5.

Bastian Arief menyebut aturan U23 menjadi tantangan tersendiri dalam membentuk skuad. Perbasi berupaya memanfaatkan waktu yang tersedia untuk mendapatkan komposisi terbaik.

Format 3×3 Membutuhkan Pemain Serba Bisa

Basket 3×3 memiliki karakter permainan yang berbeda dari basket 5×5.

Dengan hanya tiga pemain berada di lapangan untuk masing-masing tim dan satu pemain cadangan, setiap pemain dituntut memiliki kemampuan yang lebih lengkap.

Seorang pemain tidak cukup hanya bagus dalam mencetak angka.

Ia juga harus mampu bertahan, melakukan rebound, menjaga lawan, membuka ruang, melakukan passing, dan mengambil keputusan dalam waktu sangat singkat.

Karena itulah proses seleksi menjadi sangat penting.

Satu pemain mungkin memiliki kemampuan mencetak angka yang luar biasa, tetapi belum tentu cocok dengan komposisi tim.

Perbasi harus menemukan empat pemain yang bukan hanya memiliki kemampuan individu terbaik, tetapi juga bisa menjadi satu unit yang solid.

Pengalaman FIBA 3×3 Challenger Jadi Modal

Delapan pemain yang dipanggil sebelumnya juga disiapkan untuk tampil dalam FIBA 3×3 Challenger Batam pada akhir Juli.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari program Perbasi untuk meningkatkan jam terbang para pemain sebelum menghadapi Asian Games 2026.

Sebelumnya, Perbasi memang telah memanfaatkan kompetisi internasional sebagai bagian dari persiapan Timnas 3×3. Pada Juli 2026, organisasi tersebut menyebut FIBA 3×3 Challenger sebagai salah satu sarana untuk mengasah kemampuan pemain menuju Asian Games.

Pengalaman bertanding melawan pemain dari negara lain sangat penting karena level permainan di Asian Games dipastikan jauh lebih kompetitif.

Nico Donnda Fitzgerald Pegang Kendali

Proses persiapan Timnas Basket 3×3 Putra berada di bawah arahan Nico Donnda Fitzgerald sebagai pelatih.

Ia didampingi Yoshua Rudolf dan Alfa Hari Kusumanegara Paker sebagai asisten pelatih, sementara Bastian Arief bertugas sebagai manajer tim.

Tim pelatih kini memiliki pekerjaan besar.

Mereka harus menilai perkembangan setiap pemain sekaligus mencari kombinasi terbaik untuk menghadapi Asian Games.

Dalam format 3×3, chemistry sangat penting karena pertandingan berlangsung cepat dan pergantian situasi terjadi dalam hitungan detik.

Dua Challenger Jadi Batu Ujian

Sebelum menentukan empat pemain terbaik, Timnas Basket 3×3 Putra Indonesia masih memiliki kesempatan menguji kemampuan melalui dua turnamen.

Pertama adalah FIBA 3×3 Kaohsiung Challenger 2026 pada 5–6 September.

Setelah itu, tim dijadwalkan mengikuti FIBA 3×3 Aichi Challenger 2026 pada 10–11 Oktober.

Dua turnamen tersebut dapat menjadi panggung penting bagi delapan pemain untuk membuktikan kemampuan mereka.

Bukan tidak mungkin, performa di turnamen internasional tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi dalam menentukan empat nama yang akhirnya masuk skuad Asian Games.

Tantangan Indonesia di Asian Games 2026

Timnas Basket 3×3 Putra Indonesia akan menghadapi persaingan ketat di Asian Games 2026.

Berdasarkan persiapan yang telah diumumkan Perbasi, Indonesia tergabung di Pool C bersama Qatar, Taiwan, dan Bahrain.

Ketiga lawan tersebut bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata.

Format 3×3 membuat pertandingan dapat berubah sangat cepat. Keunggulan beberapa poin belum tentu menjamin kemenangan karena momentum dapat berbalik dalam waktu singkat.

Karena itu, Indonesia membutuhkan pemain yang memiliki mental kuat dan mampu tetap tenang ketika pertandingan memasuki fase krusial.

Perbasi Tidak Ingin Sekadar Mengirim Tim

Persiapan panjang yang dilakukan Perbasi menunjukkan bahwa target Indonesia bukan sekadar tampil di Asian Games.

Perbasi ingin membangun tim yang benar-benar kompetitif.

Sebelumnya, organisasi tersebut juga menyatakan bahwa persiapan Timnas 3×3 dilakukan melalui berbagai kejuaraan internasional untuk meningkatkan pengalaman sekaligus menyempurnakan permainan.

Hal ini menjadi penting karena Asian Games merupakan salah satu panggung olahraga terbesar di Asia.

Bagi pemain muda, tampil di ajang tersebut dapat menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi perkembangan karier mereka.

Empat Nama Akan Menjadi Sorotan

Dari delapan pemain yang dipanggil, hanya empat yang nantinya akan mendapat tiket ke Jepang.

Artinya, proses seleksi akan menjadi pertarungan yang menarik untuk diikuti.

Siapa yang mampu mencuri perhatian pelatih?

Siapa yang paling konsisten selama latihan?

Siapa yang memiliki chemistry terbaik?

Dan yang paling penting:

Siapa empat pemain yang akhirnya dipercaya membawa nama Indonesia di Asian Games 2026?

Jawabannya masih harus menunggu proses seleksi dan evaluasi berikutnya.

Membangun Masa Depan Basket 3×3 Indonesia

Di balik persaingan delapan pemain tersebut, terdapat tujuan yang lebih besar.

Perbasi ingin membangun fondasi basket 3×3 Indonesia agar semakin kuat di level internasional.

Nomor 3×3 memiliki perkembangan yang pesat dan membutuhkan pemain dengan karakter khusus. Karena itu, pembinaan pemain muda menjadi investasi jangka panjang.

Asian Games 2026 dapat menjadi salah satu momentum untuk menguji sejauh mana perkembangan tersebut.

Jika pemain muda Indonesia mampu tampil kompetitif melawan negara-negara kuat Asia, pengalaman tersebut akan menjadi modal penting untuk turnamen berikutnya.

Delapan Pemain, Empat Tiket ke Jepang

Pemanggilan delapan pemain basket 3×3 putra oleh Perbasi menjadi sinyal bahwa persiapan menuju Asian Games 2026 telah memasuki fase yang semakin serius.

Delapan pemain telah dipilih.

Dua turnamen internasional menanti.

Dan hanya empat pemain yang akan mendapatkan kesempatan mengenakan seragam Indonesia di Jepang.

Dengan aturan U23, persaingan dipastikan semakin menarik. Performa, konsistensi, kemampuan individu, dan chemistry akan menjadi faktor penting dalam menentukan komposisi akhir.

Perbasi kini memiliki tugas berat: memilih empat pemain terbaik dari delapan kandidat yang sama-sama memiliki peluang.

Bagi para pemain, setiap latihan dan setiap pertandingan adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka layak menjadi bagian dari sejarah basket 3×3 Indonesia di Asian Games 2026.