
JAKARTA — Kabar segar datang dari sektor ganda campuran bulu tangkis Indonesia. Pasangan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah kini memiliki sosok pelatih kepala baru yang sudah sangat akrab dengan dunia ganda campuran, yakni Nova Widianto.
PP PBSI resmi menunjuk Nova sebagai Kepala Pelatih Ganda Campuran Pelatnas pada 5 Agustus 2026, menggantikan Rionny Mainaky. Penunjukan ini sekaligus menjadi kembalinya Nova ke Pelatnas setelah sebelumnya memegang sektor yang sama pada 2021 dan kemudian menangani tim ganda campuran Malaysia.
Kabar tersebut terasa semakin menarik bagi Amri/Nita karena Nova bukanlah pelatih yang datang tanpa pengalaman. Ia memiliki rekam jejak panjang sebagai pemain maupun pelatih ganda campuran kelas dunia.
🏸 Nova Widianto Bukan Sosok Baru di Ganda Campuran
Nova memiliki pengalaman yang sangat kuat di sektor ini.
Saat masih menjadi pemain, ia bersama Liliyana Natsir meraih dua gelar juara dunia pada 2005 dan 2007 serta medali perak Olimpiade Beijing 2008. Setelah gantung raket, Nova melanjutkan karier sebagai pelatih dan tetap berada di lingkungan ganda campuran.
Pengalaman tersebut menjadi alasan utama PBSI percaya Nova dapat membantu mengangkat kembali performa ganda campuran Indonesia.
Kabid Binpres Pelatnas PBSI Eng Hian menyebut Nova memiliki pengalaman dan pemahaman yang sangat baik, baik sebagai atlet maupun pelatih. Kehadirannya diharapkan membawa energi baru, meningkatkan kualitas pembinaan, dan memperkuat daya saing pasangan Indonesia.
🇲🇾 Dari Malaysia, Nova Pulang Membawa Pengalaman Berharga
Sebelum kembali ke Indonesia, Nova menangani ganda campuran Malaysia.
Pengalaman itu menghasilkan prestasi besar. Nova menjadi bagian penting dari perjalanan Chen Tang Jie/Toh Ee Wei hingga pasangan tersebut menjadi ganda campuran Malaysia pertama yang meraih gelar juara dunia.
Menariknya, Chen/Tang Jie-Toh Ee Wei juga pernah berhadapan langsung dengan Amri/Nita.
Dalam Malaysia Masters 2026, Amri/Nita memberikan perlawanan sangat ketat kepada pasangan Malaysia tersebut sebelum akhirnya kalah 19-21, 20-22. Laga itu menunjukkan bahwa Amri/Nita sebenarnya mampu membuat pasangan elite dunia berada dalam tekanan.
Kini, sosok yang pernah melatih lawan mereka justru kembali ke Indonesia untuk menangani mereka.
Ini yang membuat penunjukan Nova terasa spesial.
Ia sudah mengetahui secara langsung bagaimana pasangan-pasangan papan atas bermain, bagaimana pola ganda campuran berkembang, dan apa yang dibutuhkan untuk bersaing di level tertinggi.
🔍 Kelebihan Nova: Memahami Detail Pola Ganda Campuran
Ganda campuran bukan sekadar permainan dua pemain yang berdiri bersebelahan.
Ada pembagian area, variasi servis, pengaturan bola depan, kualitas serangan pemain putra, serta kemampuan pemain putri mengambil alih permainan net.
Kesalahan kecil dalam rotasi dapat langsung menjadi keuntungan lawan.
Karena itulah pengalaman Nova menjadi modal penting.
Selama menangani Malaysia, ia terbiasa menghadapi persoalan teknis seperti bagaimana mempertahankan agresivitas, mengatur tempo, membaca kebiasaan lawan, dan mengubah pola permainan ketika strategi awal tidak berjalan.
Hal tersebut menjadi semakin relevan bagi Amri/Nita.
🇮🇩 Amri/Nita Sedang Berada di Fase Penting
Amri/Nita bukan pasangan yang datang tanpa prestasi.
Pada Swiss Open 2026, mereka berhasil menembus semifinal sebelum dikalahkan pasangan China Cheng Xing/Zhang Chi melalui tiga gim, 21-14, 15-21, 13-21. Dalam pertandingan tersebut, Amri dan Nita mengakui mereka kesulitan ketika lawan mengubah ritme dan memaksa mereka bermain dalam pola yang berbeda.
Masalah tersebut justru menjadi pekerjaan rumah yang menarik bagi Nova.
Artinya, tugas pelatih baru bukan hanya meningkatkan teknik dasar, tetapi juga membantu Amri/Nita lebih cepat membaca perubahan pola permainan lawan.
⚡ Kekalahan di Japan Open Menjadi Alarm
Pada Japan Open 2026, Amri/Nita menjadi satu-satunya wakil Indonesia di sektor ganda campuran.
Sayangnya, langkah mereka langsung terhenti pada babak 32 besar setelah kalah dari unggulan keenam asal Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue, dengan skor 18-21, 21-23. Amri mengakui persoalan muncul ketika mereka gagal mengelola poin-poin penting dan menjaga strategi pada saat pertandingan memasuki fase krusial.
Hasil tersebut tentu mengecewakan.
Namun justru di situlah kehadiran Nova bisa menjadi sangat penting.
Bukan hanya mencari kemenangan, tetapi mencari penyebab mengapa keunggulan bisa hilang.
🧠 Nova Punya Pekerjaan Besar
Tantangan Nova sekarang bukan ringan.
Ia harus membantu sektor ganda campuran Indonesia meningkatkan konsistensi, sekaligus mengembangkan pasangan-pasangan yang masih dalam proses menuju level elite.
PBSI menyebut salah satu harapan utama dari kedatangan Nova adalah mempercepat regenerasi dan membuat ganda campuran Indonesia kembali kompetitif di jajaran teratas dunia.
Dan waktu yang tersedia tidak panjang.
Kejuaraan Dunia BWF 2026 akan berlangsung di New Delhi, India, pada 17-23 Agustus. Indonesia akan mengandalkan Amri/Nita serta Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata di sektor ganda campuran.
Artinya, Nova langsung menghadapi tugas besar dalam waktu yang sangat singkat.
🎯 Amri/Nita Bisa Mendapat Keuntungan Besar
Bagi Amri/Nita, kedatangan Nova berpotensi memberikan beberapa perubahan.
Pertama, pembacaan permainan.
Nova memiliki pengalaman menghadapi berbagai karakter pasangan ganda campuran dari level dunia.
Kedua, pengelolaan momen kritis.
Salah satu persoalan yang beberapa kali terlihat pada Amri/Nita adalah kehilangan momentum ketika sudah unggul.
Ketiga, variasi strategi.
Pasangan yang hanya mengandalkan satu pola akan lebih mudah dibaca lawan. Nova berpeluang memperkaya opsi permainan mereka.
Keempat, mental bertanding.
Pengalaman Nova sebagai pemain dan pelatih di panggung dunia dapat membantu Amri/Nita menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi.
🔥 Ada Satu Hal yang Membuat Fans Indonesia Penasaran
Nova pernah berada di sisi lain.
Ia pernah menyiapkan strategi untuk menghadapi pemain Indonesia ketika menjadi pelatih Malaysia.
Kini, ia pulang ke Indonesia dan justru memiliki tugas untuk membongkar strategi lawan-lawan yang dahulu mungkin ia siapkan ketika masih berada di kubu seberang.
Bagi Amri/Nita, kondisi tersebut bisa menjadi keuntungan.
Pelatih yang memahami detail ganda campuran dari berbagai perspektif tentu memiliki banyak bahan untuk menyusun strategi.
🏆 Targetnya Bukan Sekadar Menang Satu Turnamen
PBSI berharap kehadiran Nova dapat membuat sektor ganda campuran Indonesia kembali menjadi kekuatan utama dunia.
Artinya, targetnya jauh lebih besar daripada satu turnamen.
Amri/Nita masih memiliki usia dan waktu untuk berkembang. Mereka telah menunjukkan bahwa mereka mampu mengalahkan atau menekan pemain papan atas, tetapi konsistensi masih menjadi kunci.
Dari sini, Nova diharapkan bisa membantu mengubah:
“bisa memberikan perlawanan”
menjadi
“bisa memenangkan pertandingan besar.”
🌟 Harapan Baru Amri/Nita
Kedatangan Nova membuat suasana sektor ganda campuran Indonesia memasuki babak baru.
Amri/Nita kini memiliki pelatih yang:
- Pernah menjadi juara dunia sebagai pemain
- Pernah meraih medali Olimpiade
- Pernah menangani Pelatnas Indonesia
- Memiliki pengalaman melatih di Malaysia
- Pernah membawa pasangan binaannya menjadi juara dunia.
Itulah sebabnya penunjukan Nova bukan sekadar pergantian pelatih.
Ini adalah investasi pengalaman.
🇮🇩 Kesimpulan
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah kini memasuki fase baru bersama Nova Widianto.
Penunjukan Nova sebagai kepala pelatih ganda campuran Pelatnas pada Agustus 2026 memberikan harapan baru bagi sektor yang sedang berusaha kembali ke papan atas dunia.
Dengan pengalaman sebagai juara dunia, peraih medali Olimpiade, serta pelatih yang pernah mengantarkan pasangan Malaysia menjadi juara dunia, Nova memiliki modal besar untuk membentuk kembali strategi ganda campuran Indonesia.
Bagi Amri/Nita, tantangannya jelas: memperbaiki konsistensi, lebih pintar membaca pola lawan, lebih tenang di poin-poin kritis, dan mengubah potensi besar menjadi prestasi.

































































































