mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong gila4d vertu789 karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto slot gacor karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto kaskus288 sarang288 sarang288 sarang288 sarang288 sarang288 ayamtoto slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot88 slot gacor slot gacor slot gacor ketua288 slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor
Infantino Bantah Tuduhan Bayar Selingkuhan agar Keluar dari UEFA, Skandal Baru Mengguncang Sepak Bola Dunia - KALIMANTAN TENGAH

KALIMANTAN TENGAH

Informasi & Berita Seputar Kalimantan Tengah

Infantino Bantah Tuduhan Bayar Selingkuhan agar Keluar dari UEFA, Skandal Baru Mengguncang Sepak Bola Dunia

https://images.openai.com/static-rsc-4/1fJIy-OxojoJVczfDqyMCWJBkE3dzHZeQ1ESG22xA-zDLgYF344AUt8_zVSXFBprJvDjAhI3_em-ywn_yv7fb2zfTrMALEYBgpAhm5X4GUzrwG8arEJRtKwLv_uoQJKKY431tpPx9DGRBoQ_gao8Kp7PpJ-cz4IDEZrpk--8fDHLMNq74XZINSU-JB0C-LuR?purpose=fullsize

https://images.openai.com/static-rsc-4/xzKBDGk2BsZObftM2ae-WVhOo9EQW433yaoC1_qG8ZV4cL6gS261eNLDaKTODV7ErdwnhxydGYAd30c1zSWqNLKTRUJ90AIn5Jw4rmxPBkOJamUnjve4cP5SSJ44wwe7yjKeWp4JUhrV7B7TVX1plgrEXVkWrFBr9aeUvRFff6pW519-D_iL3pQGq_HPq2Dy?purpose=fullsize

https://images.openai.com/static-rsc-4/Q_wi-utZc6me22uTVYAyI5QwQDFWFI6jzvHTJGmg25UyGiDLZTWvaxD439XBbex7JYAmCzpCwHttDvRpJp08axSoT7DWI9xoZ_LlLi8QnjFdbswDRxf0jXvsU6Qbt_JZH7r9G1fPPkHWm8vwTddL9oiqNDJn7h2gqTx8mpdfCSg38GXTLfjW07L1_nDZopTA?purpose=fullsize

ZÜRICH – Presiden FIFA Gianni Infantino tengah menjadi sorotan setelah muncul laporan mengenai dugaan hubungan dengan seorang mantan pegawai UEFA ketika dirinya masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal UEFA. Tuduhan tersebut menyebut bahwa UEFA kemudian memberikan pembayaran pesangon bernilai enam digit kepada perempuan tersebut setelah ia meninggalkan organisasi.

Infantino melalui FIFA membantah keras tuduhan tersebut dan menyebutnya tidak benar serta mencemarkan nama baik. Di sisi lain, UEFA mengakui bahwa memang terdapat pembayaran terkait kepergian mantan pegawai tersebut, tetapi menyatakan pembayaran itu dilakukan sesuai aturan yang berlaku pada saat itu.

Kontroversi ini menjadi semakin menarik karena terjadi ketika hubungan antara Infantino dan UEFA memang sedang berada dalam kondisi tegang.

Awal Mula Tuduhan yang Menghebohkan

Laporan investigasi The Telegraph yang terbit 7 Agustus 2026 mengungkap dugaan bahwa seorang pegawai junior UEFA pernah menjalin hubungan dengan Infantino ketika ia menjadi Sekretaris Jenderal UEFA.

Menurut laporan tersebut, perempuan itu kemudian meninggalkan UEFA dan memperoleh paket pembayaran bernilai enam digit. Laporan juga menyebut adanya dukungan biaya pendidikan MBA setelah kepergiannya.

Namun, penting untuk digarisbawahi:

Tuduhan mengenai hubungan pribadi dan alasan pembayaran tersebut belum terbukti sebagai fakta hukum.

Infantino membantah tuduhan tersebut secara tegas.

FIFA: Tuduhan Itu “Tidak Benar”

FIFA memberikan respons keras terhadap pemberitaan tersebut.

Perwakilan Infantino menyatakan bahwa tidak pernah ada pengaduan dari pegawai UEFA maupun FIFA mengenai perilaku Infantino. FIFA juga membantah adanya tindakan tidak pantas atau pelanggaran aturan dalam persoalan tersebut.

Menurut pihak Infantino, berbagai keputusan terkait pegawai, termasuk pemberhentian dan paket pesangon, telah melalui persetujuan pihak yang berwenang sesuai aturan yang berlaku.

Dengan kata lain, kubu Infantino berusaha memisahkan antara adanya pembayaran kepada seorang mantan pegawai dengan tuduhan bahwa pembayaran tersebut merupakan kompensasi untuk menutup sebuah hubungan pribadi.

UEFA Mengakui Ada Pembayaran

Di sinilah kontroversi menjadi semakin rumit.

UEFA mengonfirmasi bahwa pembayaran terkait kepergian individu tersebut memang dilakukan.

Namun, UEFA menyatakan pembayaran itu dilakukan sesuai regulasi yang berlaku pada saat kejadian. Organisasi sepak bola Eropa tersebut juga mengatakan bahwa aturan internal mengenai persoalan seperti ini kemudian diperketat pada 2016.

Jadi terdapat dua hal berbeda yang perlu dipisahkan:

Fakta yang diakui: UEFA melakukan pembayaran kepada mantan pegawai tersebut.

Tuduhan yang dibantah: pembayaran itu merupakan “uang tutup mulut” berkaitan dengan hubungan pribadi dengan Infantino.

Perbedaan inilah yang membuat isu tersebut terus menjadi perdebatan.

Mengapa Nama Infantino Kembali Terseret?

https://images.openai.com/static-rsc-4/dDsVNITAlvziLi-qHZ38S2Xl0JNoPQ_BPSxmSrHX5dzUJpCmfuesPVz-BUYCKBDeglXbl36B7N7nbVSDCrm0weqbvbi9KK6_jy1vCN9EtJXBlSzBs8ZEpYi8Yhv1tFvtvLdpfD2FovJEO1KmzdzLS87z0m3C7gDMe4URPqFhLN_G43R74UN4Mo-VWiC7629n?purpose=fullsize

https://images.openai.com/static-rsc-4/xDaFYSmz6PTndaEFoyMaN1Rw__8UBtkA9JCB9sGKEoBCrxbOTmNeIJU_tfKSppZ3QSuBJ5JgWmSQVD8CvaqQtJjD03SkFbgLDtmdypfEVH9xlCkIsHDgiTW8m8bOKx4exrnafGgktFdzyk674jtSwozfvYxNdOY8_pkORYI3zZX6SHVUtev1-KOls0cirVm3?purpose=fullsize

https://images.openai.com/static-rsc-4/EI_u1Lf-HKinxNaDgk5F14n8eSFBd2rP-6DJLf5_uL-GjyVq0n-GUQdrmYNNJPX8wTFkRaNdm_pC4EdI5o6T-Z8y6LNo5Ww2JT7h4f5c3fpZArwQ-GBkF_VXi58rBOz9CREC0Z0nFSf7sgTcUQL6aWXGBijF0VXbv1g1W6-2GJ1u1-q1QtJY48yE1SjMAx1s?purpose=fullsize

Infantino bukan orang baru di lingkungan UEFA.

Ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal UEFA pada 2009 hingga 2016, sebelum kemudian terpilih menjadi Presiden FIFA pada Februari 2016.

Ketika masih berada di UEFA, Infantino merupakan salah satu figur penting dalam pengelolaan sepak bola Eropa.

Ia juga terlibat dalam berbagai kebijakan besar UEFA, termasuk agenda Financial Fair Play.

Dalam catatan resmi UEFA, Infantino saat menjadi Sekretaris Jenderal pernah aktif menjelaskan kebijakan Financial Fair Play yang bertujuan meningkatkan keberlanjutan finansial klub-klub Eropa.

Kini, hampir satu dekade setelah meninggalkan UEFA, masa lalunya kembali menjadi sorotan.

Dugaan Tekanan untuk Mengakhiri Hubungan

Menurut laporan yang dikutip sejumlah media, mantan Presiden UEFA Michel Platini disebut pernah mengetahui persoalan tersebut dan meminta Infantino mengakhiri hubungan tersebut atau meninggalkan jabatannya.

Perempuan yang disebut dalam laporan kemudian meninggalkan UEFA. Setelah itu muncul persoalan mengenai paket pembayaran dan dukungan pendidikan yang diberikan kepadanya.

Namun sekali lagi, bagian mengenai motif pribadi dan tekanan tersebut merupakan klaim dalam laporan media, bukan fakta yang telah ditetapkan oleh pengadilan.

Karena itu, pemberitaan mengenai isu ini perlu dibaca dengan hati-hati.

Kenapa Pembayaran Pesangon Menjadi Masalah?

Pembayaran kepada mantan pegawai sebenarnya bukan sesuatu yang otomatis bermasalah.

Organisasi besar seperti UEFA tentu memiliki mekanisme kompensasi ketika seorang pegawai meninggalkan pekerjaannya.

UEFA sendiri menegaskan bahwa pembayaran tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku ketika itu.

Persoalan muncul karena pembayaran tersebut dikaitkan dengan tuduhan hubungan pribadi.

Pertanyaan publik kemudian berubah menjadi:

Apakah pembayaran tersebut merupakan paket kepegawaian biasa atau memiliki kaitan dengan persoalan pribadi?

Sampai saat ini, dua hal tersebut belum boleh dicampuradukkan sebagai satu fakta.

Aturan UEFA Kemudian Diperketat

Salah satu bagian paling menarik dari kontroversi ini adalah pernyataan UEFA bahwa aturan internal mengenai hubungan dan konflik kepentingan kemudian diperketat.

Menurut laporan yang beredar, perubahan tersebut dilakukan pada 2016.

Ini menunjukkan bahwa persoalan tata kelola pegawai di organisasi olahraga internasional memang terus berkembang.

Organisasi sebesar UEFA tidak hanya menghadapi persoalan di lapangan, tetapi juga harus memastikan:

transparansi → konflik kepentingan → perlindungan pegawai → prosedur pengunduran diri → kompensasi → tata kelola.

Infantino dan UEFA Memang Sedang Bersitegang

Kontroversi tersebut muncul pada waktu yang sangat sensitif.

Hubungan antara FIFA di bawah Infantino dan UEFA belakangan menghadapi ketegangan terkait sejumlah kebijakan FIFA.

UEFA bahkan secara terbuka menyatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino dalam konteks konflik kebijakan yang lebih luas.

Karena itu, munculnya kembali persoalan lama dari masa Infantino di UEFA membuat situasinya semakin rumit.

Bagi lawan politiknya, isu tersebut bisa menjadi amunisi tambahan.

Bagi pendukung Infantino, tuduhan itu dianggap sebagai serangan terhadap reputasinya.

Tekanan terhadap Posisi Infantino Meningkat

https://images.openai.com/static-rsc-4/ZM8GKaIZrr7I-10IiyugpA0WxNbFn_3yBSUSZrldw5i2T39W-29RJR9rXYYk-gQak-OZzww6RgPt4wBGmX3m3eRvbJ1JGxmOA8WgpS5M-FIbEwTO8e-36G8Cwb2wF0cOqkaGTsbyka6FmjfJ3i2Z0MMvbVEGY7JuQNO1KjYqUrGSy8rH6L5yAQb3rqFz0Vrs?purpose=fullsize

https://images.openai.com/static-rsc-4/RpQk030FyNmrAPicv2mmv5llZDF0sh6FR6CGEZO9TsbXjhIfWUc_Vcm4aotuF-oVBhynFFPAo1ecdeqGeyat9DI5Q7GPPvEr2L2TgJ_eOdc5tlu_C9pSoykjBNqdQ3QKKE94c4YLZQzJvsDaTfw53e7WYsTifrejIZ8kn-9yOBB5kph3cDOafP3EzP3dJusp?purpose=fullsize

https://images.openai.com/static-rsc-4/1tTLdWG5AZD8Xxh_QbCDX8vlF3TGJt5RbifV5Y3D671ynBWJfT9Fy8gRqQ2JZD09idf6Qgi2GBArICq_uwCkQUXke5rI4owy4EngqPWC4l_4A0n7cNdLXX160IUV2dOIfa1XvWYLMzhDSrwpbR0-9XqkbyJT1FZD0HZ2i0Akl4-pIiFPwCqt2mATEnwRi-J9?purpose=fullsize

Infantino saat ini menghadapi sejumlah tekanan politik dan institusional.

Kontroversi mengenai tuduhan masa lalu tersebut datang setelah perselisihan dengan UEFA mengenai arah kebijakan FIFA dan rencana bisnis organisasi.

Media juga melaporkan adanya seruan agar Infantino meninggalkan jabatannya. Namun, ia masih mendapat dukungan dari sejumlah konfederasi dan asosiasi sepak bola.

Dengan demikian, isu terbaru ini bukan berdiri sendiri.

Ia muncul di tengah pertarungan yang lebih besar mengenai arah kepemimpinan sepak bola dunia.

Bukan Sekadar Gosip, Ini Soal Tata Kelola

Hal yang paling penting dari kasus ini sebenarnya bukan kehidupan pribadi seorang pejabat olahraga.

Yang menjadi perhatian adalah:

Bagaimana sebuah organisasi olahraga internasional menangani konflik kepentingan dan keputusan kepegawaian ketika pejabat senior terlibat di dalamnya?

Sepak bola modern adalah industri bernilai miliaran dolar.

Keputusan para pejabatnya dapat memengaruhi klub, pemain, sponsor, federasi, bahkan negara.

Karena itu, standar tata kelola harus semakin tinggi.

Infantino Membantah, Publik Menunggu Bukti

Pada akhirnya, posisi Infantino saat ini sangat jelas:

Ia membantah tuduhan tersebut.

FIFA menyebut klaim itu tidak benar dan mencemarkan nama baik. UEFA, di sisi lain, mengakui adanya pembayaran kepada mantan pegawai tetapi menyatakan pembayaran tersebut sesuai aturan yang berlaku saat itu.

Perbedaan antara kedua hal tersebut sangat penting.

Sebuah laporan media tidak otomatis menjadi bukti bahwa seseorang melakukan pelanggaran.

Karena itu, prinsip presumption of innocence tetap harus dihormati sampai ada bukti atau proses resmi yang menyatakan sebaliknya.

Kesimpulan

Kontroversi terbaru yang melibatkan Gianni Infantino berawal dari laporan mengenai dugaan hubungan dengan seorang mantan pegawai UEFA ketika Infantino masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal.

Laporan tersebut menyebut adanya pembayaran bernilai enam digit dan dukungan pendidikan setelah perempuan tersebut meninggalkan UEFA. Namun, Infantino membantah keras bahwa dirinya melakukan tindakan tidak pantas, sementara UEFA mengonfirmasi adanya pembayaran tetapi menyatakan transaksi tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku saat itu.